Mon, 06 September 2010  
 

Sekretariat DPN

Jln. Buncit Raya 9B Jakarta Selatan 12740, Indonesia
Phone : 021-791 90885
Fax : 021-799 3064
Email : partai.karyaperjuangan@yahoo.co.id

Pakarpangan Facebook PakarPangan  
Twitter Twitter Pakarpangan    

 
 
 

Pengurus DPN


Letnan Jenderal TNI(Purn)
H. Muhammad Yasin
Ketua Umum

J. A. Kumaat
Sekretaris jenderal

Dwinita Feby Purnamayanti, SE
Bendahara Umum

Donny R. Lumingas
Ketua I
Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan

Nikson Gans Lalu, SH, MH
Ketua II
Bidang Politik dan Pemenangan Pemilu

Mayjend TNI (Purn). Mulya Setiawan
Ketua III
Bidang Dalam Negeri dan Pengembangan Otda

Koesnadi Kardi, MSc. Rcds
Ketua IV
Bidang Hankam dan Kebijakan Luar Negeri

Erick Paat, SH.
Ketua V
Bidang Kesra, Hukum, dan Hak Azazi Manusia

Fanny Srikandini
Ketua VI
Bidang Pemberdayaan Perempuan

Lucky Runtuwene, SE.
Ketua VII
Bidang Informasi dan Komunikasi

Hasbullah
Ketua VIII
Bidang Pendidikan dan Kebudayaan

-
Ketua IX
Bidang Ekonomi

Tris Suryawan. A
Ketua X
Bidang Kepemudaan
 
 
 
 
 
 

Mars Pakar Pangan

 

Ingin Pemerintahan Anti-Korupsi

Tanggal : 17 Jan 2010

MANADO — Berbagai program penanganan tindak pidana korupsi tampaknya akan menjadi daya tarik calon pemilih pada kampanye Pilkada 2010 nanti. Meski sebagian kalangan berpendapat, penanganan kasus korupsi diserahkan kepada aparat berwenang, namun tindakan itu harus didukung oleh pimpinan di instansi pemerintah.
Kandidat calon wakil gubernur dari PDIP, Jackson Andre Kumaat (JAK) menjadi salah satu pihak yang akan menjadi yang terdepan dalam menjanjikan pemerintahan yang anti korupsi, jika dirinya memimpin Sulut. “Penanganan korupsi bukan dilakukan dari kasus per kasus, tapi juga harus membenahi birokrasi yang menjadi sumber korupsi,” kata politisi yang dikenal sebagai pengusaha muda yang mapan ini.
Kata dia lagi, selama ini, penanganan korupsi yang dilakukan, masih sebatas kebijakan dari dari aparat polisi, jaksa dan KPK. Dan untuk itu, figur muda dan cerdas  ini, mengaku sudah memiliki program pemerintahan bersih yang akan menjadi kekuatan baru di Sulut. Namun ia mengaku belum bersedia merinci tentang jenis-jenis program yang akan diterapkan, guna mengatasi korupsi di instansi pemerintah. “Kunci dari penanganan korupsi adalah mencegah dan penutup segala peluang untuk melakukan korupsi. Salah satunya adalah sistem administrasi yang dijalankan sesuai aturan,” tegasnya.
JAK dikenal sebagai salah satu mahasiswa/pemuda yang bergabung bersama FORKOT di era 1998 menggulingkan rezim orde baru yang dikenal dengan sarat Kolusi, Korupsi dan Nepotisme.(ras/ddt)


sumber :