Mon, 06 September 2010  
 

Sekretariat DPN

Jln. Buncit Raya 9B Jakarta Selatan 12740, Indonesia
Phone : 021-791 90885
Fax : 021-799 3064
Email : partai.karyaperjuangan@yahoo.co.id

Pakarpangan Facebook PakarPangan  
Twitter Twitter Pakarpangan    

 
 
 

Pengurus DPN


Letnan Jenderal TNI(Purn)
H. Muhammad Yasin
Ketua Umum

J. A. Kumaat
Sekretaris jenderal

Dwinita Feby Purnamayanti, SE
Bendahara Umum

Donny R. Lumingas
Ketua I
Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan

Nikson Gans Lalu, SH, MH
Ketua II
Bidang Politik dan Pemenangan Pemilu

Mayjend TNI (Purn). Mulya Setiawan
Ketua III
Bidang Dalam Negeri dan Pengembangan Otda

Koesnadi Kardi, MSc. Rcds
Ketua IV
Bidang Hankam dan Kebijakan Luar Negeri

Erick Paat, SH.
Ketua V
Bidang Kesra, Hukum, dan Hak Azazi Manusia

Fanny Srikandini
Ketua VI
Bidang Pemberdayaan Perempuan

Lucky Runtuwene, SE.
Ketua VII
Bidang Informasi dan Komunikasi

Hasbullah
Ketua VIII
Bidang Pendidikan dan Kebudayaan

-
Ketua IX
Bidang Ekonomi

Tris Suryawan. A
Ketua X
Bidang Kepemudaan
 
 
 
 
 
 

Mars Pakar Pangan

 

Memberdayakan Industri Dalam Negeri untuk Pertahanan

Tanggal : 21 Nov 2008

Oleh
Koesnadi Kardi

UNTUK kesekian kali Aerospace Centre of Indonesia (APCI), sebuah lembaga yang banyak berkiprah di bidang kedirgantaraan, menggelar seminar Indo Defence & Indo Aerospace 2008 yang kali ini bersamaan dengan pelaksanaan INDO DEFENCE Expo & Forum, yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali oleh Departemen Pertahanan RI bekerjasama dengan PT Napindo Media Ashatama, yang kali ini dilaksanakan di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma. Tema seminar yang disampaikan adalah: “Harnessing Defence Technology Capabilities and Improving the Role of Current National Air Transportation” dengan menghadirkan para pembicara dari dalam negeri maupun luar negeri.
Tema tersebut diambil didasarkan pada premis bahwa apabila peran industri strategis mampu diberdayakan, maka industri tersebut akan dapat berperan mendukung sustainability bidang pertahanan.
Sedangkan dalam bidang angkutan udara nasional, manakala regulator bidang penerbangan mampu memberikan arah dan pengendalian yang tegas, kemudian pengatur keamanan dan keselamatan penerbangan juga mampu menegakkan aturan dengan konsisten, dan sebaliknya para operator bidang penerbangan mampu menaati semua aturan yang telah diberikan oleh regulator, ke depan kita yakin bahwa dunia penerbangan akan mampu bersaing, bahkan akan terbebas dari larangan terbang di atas daratan Eropa.
Jadi, seminar ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan peran industri strategis dalam mendukung kemampuan pertahanan negara agar tidak terlalu tergantung dari luar negeri. Dan pada sisi lain untuk meningkatkan layanan dunia penerbangan nasional kita agar mampu terbang dengan selamat, aman, dan nyaman.
Indikator penting dapat kita saksikan pada tingkat keseriusan dan kepedulian para peserta seminar, termasuk para pengambil kebijakan di kedua bidang tersebut. Penyelenggara seminar dan para pembicara hanyalah sebagai katalisator. Tingkat kepedulian para pengambil kebijakan dan tingkat keseriusan para peserta seminar, sekali lagi, merupakan indikator penting yang bisa diprediksi apakah peran pertahanan dan peran penerbangan nasional dimasa depan mampu ditingkatkan.
Sangat disayangkan apabila para peserta seminar hanya sekadar hadir atau bahkan bukan merupakan representasi dalam bidangnya, sehingga tipislah harapan untuk meningkatan kedua peran tersebut demi melindungi kepentingan nasional bangsa Indonesia dimasa depan.

Upaya Strategis
Dalam bidang pertahanan negara misalnya, di tengah kondisi anggaran pertahanan yang masih memprihatinkan (karena hanya mendapatkan 40 persen dari anggaran minimun yang diharapan), paling tidak dalam jangka pendek tentunya ada upaya-upaya strategis dan solusi tepat untuk mengatasinya. Sedangkan dalam dunia penerbangan nasional, akan terlihat dari upaya-upaya yang akan dilaksanakan oleh para regulator dan tindakan tegas apa saja yang akan diberikan oleh KNKT dalam memberikan tegoran bahkan sangsi kepada para para operator yang melanggar ketentuan keamanan, keselamatan dan kenyamanan terbang. Sedangkan bagi para operator, tidak sukar untuk melihat indikatornya.
Jadi, seminar ini benar-benar dirancang untuk meningkatkan peran penerbangan nasional demi kepentingan nasional, bila kegiatan ini dipandang sambil lalu atau sebelah mata, maka itulah cermin dunia penerbangan kita. Bisa kita lihat pada tingkat disiplin penerbangan kita dalam melayani penumpang dengan indikator: tingkat keterlambatan yang masih memprihatinkan, fasilitas bandar udara termasuk kebersihannya yang minim, tingkat kenyamanan penumpang yang masih kurang, dan tingginya tingkat kecelakaan pesawat selama ini. Sehingga tidak heran pesawat kita dilarang terbang di atas daratan Eropa.

Penulis adalah Ketua Aerospace Centre of Indonesia (APCI).
SUMBER : SINAR HARAPAN KAMIS TANGGAL 20 NOVEMBER 2008