
Memberdayakan Industri Dalam Negeri untuk Pertahanan
Tanggal : 21 Nov 2008
Oleh
Koesnadi Kardi
UNTUK kesekian kali Aerospace Centre of Indonesia (APCI), sebuah
lembaga yang banyak berkiprah di bidang kedirgantaraan, menggelar
seminar Indo Defence & Indo Aerospace 2008 yang kali ini bersamaan
dengan pelaksanaan INDO DEFENCE Expo & Forum, yang diselenggarakan
setiap dua tahun sekali oleh Departemen Pertahanan RI bekerjasama
dengan PT Napindo Media Ashatama, yang kali ini dilaksanakan di
Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma. Tema seminar yang disampaikan
adalah: “Harnessing Defence Technology Capabilities and Improving
the Role of Current National Air Transportation” dengan menghadirkan
para pembicara dari dalam negeri maupun luar negeri.
Tema tersebut diambil didasarkan pada premis bahwa apabila peran
industri strategis mampu diberdayakan, maka industri tersebut akan
dapat berperan mendukung sustainability bidang pertahanan.
Sedangkan dalam bidang angkutan udara nasional, manakala regulator
bidang penerbangan mampu memberikan arah dan pengendalian yang tegas,
kemudian pengatur keamanan dan keselamatan penerbangan juga mampu
menegakkan aturan dengan konsisten, dan sebaliknya para operator
bidang penerbangan mampu menaati semua aturan yang telah diberikan
oleh regulator, ke depan kita yakin bahwa dunia penerbangan akan
mampu bersaing, bahkan akan terbebas dari larangan terbang di atas
daratan Eropa.
Jadi, seminar ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan peran
industri strategis dalam mendukung kemampuan pertahanan negara agar
tidak terlalu tergantung dari luar negeri. Dan pada sisi lain untuk
meningkatkan layanan dunia penerbangan nasional kita agar mampu
terbang dengan selamat, aman, dan nyaman.
Indikator penting dapat kita saksikan pada tingkat keseriusan dan
kepedulian para peserta seminar, termasuk para pengambil kebijakan
di kedua bidang tersebut. Penyelenggara seminar dan para pembicara
hanyalah sebagai katalisator. Tingkat kepedulian para pengambil
kebijakan dan tingkat keseriusan para peserta seminar, sekali lagi,
merupakan indikator penting yang bisa diprediksi apakah peran
pertahanan dan peran penerbangan nasional dimasa depan mampu
ditingkatkan.
Sangat disayangkan apabila para peserta seminar hanya sekadar hadir
atau bahkan bukan merupakan representasi dalam bidangnya, sehingga
tipislah harapan untuk meningkatan kedua peran tersebut demi
melindungi kepentingan nasional bangsa Indonesia dimasa depan.
Upaya Strategis
Dalam bidang pertahanan negara misalnya, di tengah kondisi anggaran
pertahanan yang masih memprihatinkan (karena hanya mendapatkan 40
persen dari anggaran minimun yang diharapan), paling tidak dalam
jangka pendek tentunya ada upaya-upaya strategis dan solusi tepat
untuk mengatasinya. Sedangkan dalam dunia penerbangan nasional, akan
terlihat dari upaya-upaya yang akan dilaksanakan oleh para regulator
dan tindakan tegas apa saja yang akan diberikan oleh KNKT dalam
memberikan tegoran bahkan sangsi kepada para para operator yang
melanggar ketentuan keamanan, keselamatan dan kenyamanan terbang.
Sedangkan bagi para operator, tidak sukar untuk melihat indikatornya.
Jadi, seminar ini benar-benar dirancang untuk meningkatkan peran
penerbangan nasional demi kepentingan nasional, bila kegiatan ini
dipandang sambil lalu atau sebelah mata, maka itulah cermin dunia
penerbangan kita. Bisa kita lihat pada tingkat disiplin penerbangan
kita dalam melayani penumpang dengan indikator: tingkat
keterlambatan yang masih memprihatinkan, fasilitas bandar udara
termasuk kebersihannya yang minim, tingkat kenyamanan penumpang yang
masih kurang, dan tingginya tingkat kecelakaan pesawat selama ini.
Sehingga tidak heran pesawat kita dilarang terbang di atas daratan
Eropa.
Penulis adalah Ketua Aerospace Centre of Indonesia (APCI).
SUMBER : SINAR HARAPAN KAMIS TANGGAL 20 NOVEMBER 2008

18 Aug 2010